Sabtu, Keb. Pengajaran, 18 Juni 2011
Nats Alkitab : I Samuel 2:30
Oleh : Bp.Pdt.Daniel Tanzil
MELAYANI ADALAH SEBUAH KEHORMATAN
"Melayani bukanlah suatu beban, namun suatu kehormatan."

Hidup adalah melayani. Isilah hidup Saudara untuk melayani. Sekalipun kita adalah orang  yang biasa-biasa saja, yang tidak punya talenta apa-apa, namun Tuhan dapat memakai orang-orang yang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.

Tujuan Firman Tuhan ini adalah supaya setiap yang melayani Tuhan, bisa melayani dengan rasa hormat kepada Tuhan. Sebab dengan demikian, maka kita akan dihormati Bapa dan dihargai di hadapan manusia. Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan, sebab siapakah kita manusia sehingga Tuhan,  Raja segala raja mempercayakan tugas-tugas besar  pada kita? Kita hanya manusia berdosa namun Tuhan melibatkan kita sebagai mitra kerjaNya, bukankah itu sebuah kehormatan dan kebanggaan? Kalau kita menyambut pelayanan sebagai suatu kehormatan, maka layanilah Tuhan dengan rasa hormat,  dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati, penuh pengabdian diri dan  dedikasi.  Jangan seperti Imam Eli yg melayani Tuhan tanpa ada rasa hormat malahan dia lebih menghormati anak-anaknya dari pada Tuhan. Padahal penghormatan kita pada seseorang tidak boleh melebihi penghormatan kita pada Tuhan sebab hanya Tuhan saja yang layak menerima penghormatan tertinggi.  Itu sebabnya, tidak heran kalau akhirnya Imam Eli dibinasakan, begitu juga anak-anaknya.

Oleh sebab itu, mari kita belajar untuk melayani Tuhan dengan cara yang benar dan rasa hormat kepadaNya, seperti :

1.       STEFANUS. Stefanus adalah seorang yang melayani dengan sungguh-sungguh, dengan rasa hormat dan dengan sepenuh hati, bahkan melayani jemaat dengan penuh pengabdian diri, sehingga pelayanannya dianggap penting bahkan rasul Paulus menghimbau agar menghargai Stefanus.

I Korintus 16:15 “  Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.”

Ayat 17-18b “Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; Hargailah orang-orang yang demikian!”  

2.       Begitu juga dengan EPAFRODITUS, seorang yang biasa-biasa saja, yang tidak punya talenta apa-apa namun pelayanannya sangatlah dibutuhkan dan rasul Paulus memberi pesan agar jemaat di Filipi menghargai dan menghormati Epafroditus.  

Filipi 2:25 “Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.”

Ayat 29 “Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.”

Lalu dimana letak rahasia Epafroditus, seorang yang biasa-biasa namun mengapa rasul Paulus sampai memberi pesan agar Epafroditus dihormati?  Jawabannya : Karena pelayanan Epafroditus adalah untuk meringankan beban hamba Tuhan. Epafroditus bukan menjadi hamba Tuhan tapi menjadi pelayan hamba Tuhan, menjadi pelayan rasul Paulus; Epafroditus bukan menjadi abdi Allah tapi abdi hamba Allah. Walaupun demikian, dia melayani dengan penuh pengabdian sampai tubuhnya sakit dan nyaris mati !
Sdr jangan berkecil hati kalau pelayanan kita hanyalah biasa-biasa saja, soal jabatan pelayanan tidaklah menjadi ukuran, yang terpenting kita bisa melayani dgn kesungguhan, penuh pengabdian diri dan dedikasi serta meringankan beban hamba Tuhan, maka satu saat percaya atau tidak, kita akan menerima upah hamba Tuhan.

Matius 10: 41 “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.”

Yosua sebagi abdi hamba Tuhan, abdi Musa, dan akhirnya dia mendapat dapat upah hamba Tuhan. Jabatan Musa digantikan oleh Yosua, itu upah hamba Tuhan yg Tuhan berikan pada Yosua ( Yosua 1:1-2 ).  Apapun bentuk pelayanan kita, hari ini biarlah kita melayani dengan sukacita  karena kita dihormati Bapa, dihargai manusia, bahkan kita akan menerima upah hamba Tuhan. Sebagaimana Yosua menerima upah hamba Tuhan, kitapun akan menerima itu, amen Sdr?  Itu sebabnya mari kita melayani dengan bahagia dan sukacita.

Roma 14:17-18 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.  Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

Pastikan kita melayani Tuhan dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, maka kita akan dikenan Tuhan dan dihormati manusia. Mari, layanilah DIA dengan segenap hati sebab melayani Tuhan harus meluangkan waktu, bukan memakai waktu luang, amen ?

 

Tuhan Yesus memberkati...