Minggu, 19 Juni 2011
Kebaktian Umum, Gel 3
Nats : Kis 5:1-5
Oleh : Bp.Pdt.Daniel Tanzil
TRAGEDI ANANIAS & SAFIRA
"Menyembunyikan dosa membawa kecemasan namun pengakuan membawa kebebasan. Mengaku dosa adalah hal yg baik, tetapi berkata "tidak" kepada dosa, itu jauh lebih baik."

 

 
 

Terjadi sudden death  ketika Ananias berusaha menyembunyikan dosa. Saat Ananias dan Safira tidak berkata jujur, mereka sudah sangat mendukakan hati Roh Kudus. Bukankah mereka baru saja menyaksikan karya pencurahan Roh Kudus ? Bisa dibayangkan bagaimana sakitNya Roh Kudus ketika kita mengabaikan suaraNya dan berusaha menyembunyikan dosa di hadapan Tuhan. Tentulah hati Roh Kudus sangat didukakan…

TIGA KESALAHAN ANANIAS DAN SAFIRA YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN :

       1.   Ananias dan Safira yakin bisa menyembunyian dosa. Mereka menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan kemudian menyerahkan setengahnya kepada rasul-rasul. Fatalnya, mereka mengaku itu adalah seluruh hasil penjualan mereka. Ananias dan Safira berpikir tidak ada yang tahu akan perbuatan mereka, hanya mereka saja.

Manusia cenderung menyembunyikan dosa dan menutupi kesalahannya, karena sifat ini memang diturunkan dari Adam dan Hawa. Di taman Eden, ketika Adam dan Hawa mendengar langkah kaki Tuhan, mereka lari bersembunyi dan menyemat daun ara untuk menutupi cela mereka. Di kisah lain, pada zaman Yosua, ada seorang yang bernama Akhan, dia menyembunyikan barang-barang yang dilarang Tuhan untuk diambil, bahkan ia tanamkan itu di bawah tanah. Mungkin ada orang yang berpikir : “Toh tidak ada orang yang tahu itu urusan saya sendiri.” Menurut dunia, lebih baik menyembunyikan dosa supaya aman padahal justru sebaliknya, sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi di hadapan Tuhan.

 Yesus berkata : “ Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.” ( Lukas 12:2 ).  Itu sebabnya kita harus terbuka dan jujur di hadapan Tuhan. Daud menyadari bahwa kesalahannya itu tidak tersembunyi  di hadapan Tuhan.

Mazmur 69:6 “Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu.”

Itu sebabnya saat Daud ditegur nabi Natan, ia tidak mencari dalih, dia terbuka, dia jujur dan Daud dipulihkan. Berbeda dengan Saul, selalu saja berdalih dan mencari alasan saat ditegur. Tuhan tidak suka kita berdalih, satu hal yg Tuhan minta, itulah keterbukaan dan kejujuran. Dimana ada keterbukaan dan kejujuran disitu ada pemulihan, amen ? Daud berkata dalam Mazmur 32:5 " Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku, " dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. "

Ada seorang teolog, seorang Bishop yang bernama Augustine of Hippo pernah berkata : "The confession of evil works is the first beginning of good works." Sebuah pengakuan dari perbuatan-perbuatan yang jahat, itu adalah sebuah permulaan dari perbuatan yang baik. Langkah awal yang sangat baik. Sdr, mengakui kesalahan, jujur dan terbuka itu bukan tanda orang yang lemah. Justru seorg yg bisa berkata jujur di hadapan Tuhan adalah seorang yg kuat yg siap menanggung setiap resiko. Ketika kita mengakui kesalahan kita, Tuhan akan menyucikan kita bahkan bercak-bercak halus yang tak selalu kita lihat. Ingat : Penghapus terbaik di dunia adalah pengakuan jujur di hadapan Allah, amen ?

Saat si bungsu datang pada Bapa, Bapa justru berlari mendapatkan anak yang terhilang ini. Saat kita mau berbalik, Bapa akan merangkul kita. Demikianlah Tuhan kita, kalau kita mau berkata jujur di hadapanNya, Ia akan merangkul kita dengan kasih.

Tepat seperti Amsal 28:13 mencatat: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”

2.   Ananias dan Safira berusaha membangun reputasi dengan cara yang salah.
Komunitas jemaat mula-mula yg penuh dengan Roh Kudus memiliki kebiasaan untuk memberikan apa yg mereka miliki dan membagikan secara merata kepada jemaat-jemaat yg membutuhkan. Sikap kerelaan, ketulusan, dan kebesaran jiwa yg dilakukan orang-orang yg membagi-bagikan milik mereka ini membuat jemaat mula-mula begitu terpandang di kalangan orang banyak. Selain mereka disukai semua orang (Kis 2:47), mereka juga dihormati orang banyak (Kis 5:13). Seperti Yusuf Barnabas, seorang yg sangat disukai, dihormati, dan terpandang dalam komunitas jemaat mula-mula. Dengan tulus ia menjual ladangnya dan membagi hasilnya kepada mereka yang membutuhkan (Kis 4:36,37).

Kalau Yusuf Barnabas memberi dengan ketulusan dan kerelaan, lalu apa pula yang mendorong Ananias dan Safira untuk memberi persembahan itu ? Apa motif suami istri itu menjual tanah mereka? Persembahan mereka didorong oleh hasrat hati yg tidak tulus dalam memberikan hasil penjualan tanah itu. Tujuannya jelas, supaya mereka dihormati orang, mereka ingin meraih popularitas, public image, ketenaran, nama baik, mereka ingin menggapai reputasi di tengah jemaat yang sudah terpandang dan terhormat itu, tapi dengan jalan pintas, pemberian mereka tidak berlandaskan hati yang tulus.
Ananias dan Safira telah memanipulasi para rasul dan jemaat, terlebih lagi ROH KUDUS. Sangatlah disayangkan,  barusan mereka mengalami  Pentakosta pada Kisah Rasul 2 dimana Roh Kudus bekerja dgn begitu luar biasa namun sekarang kita mendukakan DIA tanpa memikirkan perasaanNya. Roh Kudus adalah Pribadi, bukan benda mati,  DIA punya perasaan, hatiNya sakit ketika IA didukakan. Namun Ananias telah mendukakanNya. 

3.      Ananias dan Safira lebih mencintai uang dari pada kebenaran.
Kisah Rasul fasal 5 adalah suasana Setelah Pentakosta, dan Ananias adalah salah satu dari sekian orang yang menyaksikan karya Roh Kudus pada waktu itu.

  Arti nama Ananias dalam bhs Gerika adalah Yahweh has been graces, Tuhan telah berkemurahan, Tuhan telah menunjukkan kasih sayangNya, Tuhan  tlh menunjukkan belas kasihanNya.  Arti dari nama Ananias itu begitu indah, dia telah mengecap kemurahan, dia telah mengecap karunia-karunia surgawi, dan dia telah melihat terang. ( Ibr 6:4 ) 

Begitu juga dengan nama Safira. Arti nama Safira adalah : Cantik, indah, berharga.
Dua nama ini adalah nama yg sangat indah dan positip. Karena mereka penah mengecap hal-hal  yg indah dari Tuhan, mereka tlh mendapatkan bagian dari Roh Kudus, mereka telah mengecap Firman yg baik dari Allah, telah melihat kebaikan Tuhan dinyatakan dalam kehidupan mereka, namun ada satu hal yg sangat disayangkan, hati mereka terikat pada Mamon, itulah kekayaan, hal-hal  yg bersifat
materialistis. Mamon itu begitu kuat mencengkeram hati Ananias dan Safira. Begitu juga Demas. Demas mengkhianati imannya karena alasan lebih mencintai dunia, sama halnya juga dengan Yudas Iskariot.

Begitu kuatnya daya tarik kekayaan/ Mamon itu sampai-sampai pada zaman rasul-rasul saat dimana pencurahan Roh Kudus itu terjadi namun ada juga orang yang gugur oleh karena persoalan Mamon padahal mereka menikmati yg namanya Pentakosta. Ini mengajarkan kita untuk lebih bermawas diri terhadap Mamon.

Tujuan Firman Tuhan ini disampaikan,  merupakan satu warning yg keras utk kita, setelah Pentakosta kita harus menjaga hati kita dari Mamon, sebab Mamon itu begitu kuat. Hati-hati juga terhadap godaan popularitas, reputasi, ketenaran; jangan karena ingin menggapai reputasi, kita menghalalkan jalan pintas, padahal itu jelas mendukakan hati Roh Kudus. Dan milikilah hati yang terbuka di hadapan Tuhan, karena itulah kunci pemulihan. Akuilah dosamu di hadapan Tuhan. Apabila kita dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita, kita dapat percaya bahwa dosa kita " yang banyak itu telah diampuni " ( Lukas 7:47a ) Pengakuan dosa memberi jalan untuk diampuni, amen ?

 Tuhan Yesus memberkati…