HAL MENARIK DI BALIK KISAH YESUS MEMBERI MAKAN 5000 & 4000 ORANG
Kamis, 08 Maret 2012
Nats : Luk 9:10-17, Mrk 8:5-20
Oleh : Ev. Intan
"Banyak orang tidak suka mengalami angka 3 namun seringkali mujizat baru terjadi justru ketika kita berani mengalami angka 3, yakni proses sengsara"

 

Kisah Yesus memberi makan 5000 orang ( Luk 9:10-17 )
5000
= merupakan luas dari HALAMAN Tabernakel (  panjang 100 hasta, lebar 50 hasta )
Angka 5000 = angka kegerakan hujan awal, pemeliharaan Tuhan yg diberikan pada kristen umum. Kehidupan yg masih hidup dalam suasana halaman yg pengiringannya hanya sebatas halaman seperti pengiringan dari Petrus ( Mrk 14 : 54 ), akibatnya ini membuat Petrus gagal & menyangkal Yesus.

5 roti. Angka 5 =  5 luka Yesus ( Kepala, tangan, kaki, lambung dan punggung yg dicambuk ).
5 roti = Firman Tuhan yg sasarannya pada pengampunan dosa.

Jadi  kelompok 5000 orang ini menunjuk pada Kristen umum yg hanya berfokus  pada berkat dan mujizat, pada Firman tentang pengampunan dosa, hanya berpusat pada suasana halaman yg masih jatuh bangun dalam dosa dan mengalami pengampunan TANPA mau mengalami peningkatan dalam pengenalannya kepada Tuhan. Merasa cukup dan puas dalam suasana halaman.

Padahal yg Tuhan inginkan : Jangan berhenti hanya sampai halaman saja, tingkatkan  pengenalan kita, tingkatkan terus kerohanian kita dan masuk lebih dalam lagi, yakni Ruangan Suci. Dan ini dikejar & dipergumulkan oleh kelompok yg kedua, yakni kelompok 4000 orang.

Kisah Yesus memberi makan 4000 orang  ( Mrk 8:5-20 )
4000
= menunjuk pada kegerakan hujan akhir, pemeliharaan Tuhan secara double porsi yg diberikan pada  orang-orang yg terpilih dan dikhususkan. Adapun ukuran  Ruangan Suci atau Kemah Suci Tabernakel  adalah panjang 20 hasta, lebar 10, tinggi 10 hasta, maka luasnya adalah 2000 hasta. Karena double porsi berarti 2000 X 2 = 4000.
7 roti. Angka 7 = angka sempurna. Itu berarti 7 roti itu menunjuk pada Firman yg sasarannya untuk menyempurnakan kehidupan kita.

Yang Tuhan inginkan : Hidup kita ini tidak hanya sebatas berkat, mujizat dan pertolongan belaka, namun jauh dari itu, hidup kita  perlu disucikan, dikuduskan bahkan disempurnakan, sehingga ketika IA datang kembali, IA bisa mendapati hidup yg cemerlang tanpa cacat dan kerut di hadapanNya. Pergumulan kita : bawalah hidup kita utk selalu disucikan dan dikuduskan lewat Firman yang menyempurnakan.

Nah, kalau disuruh memilih, Sdr ingin memilih  angka 5000 atau 4000 ? Perempuan Kanaan memilih  angka 4000. Itu berarti ada proses sengsara yg mesti ia alami. Sebab yang menarik dari peristiwa Yesus memberi makan 4000 orang itu terdapat angka 3.  Angka 3 = angka kematian dan kebangkitan Yesus. Ternyata pada peristiwa Yesus memberi makan 4000 orang ada proses sengsara yg dialami SEBELUM   mujizat itu terjadi! ( Mrk 8:2 )

Inilah kehidupan Kristen yg sudah masuk dalam proses kematian,   kehidupan Kristen yg berani mengalami proses sengsara, namun kabar baiknya pastilah kita akan mengalami kebangkitan. Dan  ini yg dialami oleh perempuan Kanaan,  sekalipun harus melewati proses demi proses, tantangan demi tantangan, namun ia maju terus sampai  akhirnya ia mendapatkan apa yg ia inginkan. Sekalipun ia sempat menghadapi hal yg paling menyakitkan.  Hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini, bukanlah masalah kemiskinan, bukanlah masalah sakit penyakit, namun masalah yg paling menyakitkan adalah ketika kita ditolak  ( Mat 15: 23-24 ), bahkan perempuan ini juga dianjingkan.  Di sinilah perempuan Kanaan ini diperhadapkan pada angka 3,  namun semuanya itu tak mampu menggoyahkan pengikutannya pada Yesus, ia terus bertahan dan tetap mengikuti Yesus sampai akhirnya Yesus katakan “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki."

 Sdr, jikalau kita juga memilih angka 4000 untuk menikmati kelimpahan Pengajaran Firman, maka proses sengsara tak dapat dielakkan, ada harga yg harus kita bayar bahkan harga yg ‘termahal’ sekalipun, itulah harga diri, mau tak mau itu pun mesti kita relakan,  kita harus berani menanggalkan itu semua demi untuk masuk dalam suasana kegerakan hujan akhir, suasana kelimpahan Firman Tuhan yang sanggup menyucikan, menguduskan dan menyempurnakan hidup kita. Namun ingatlah proses sengsara itu  hanya sesaat saja dan sesudah itu ada kebangkitan dan ada kemuliaan yg sudah Tuhan sedikan.

Pada saat perempuan ini berkata .. "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya," saat itulah Tuhan campur tangan. Apa yg menjadi pergumulan kita, jika kita berani sengsara utk mendapatkan roti, utk mendapatkan pemeliharaan Firman, maka Tuhan pun tidak akan tinggal diam, IA akan campur tangan dalam setiap pergumulan kita, amen?

 Semoga Tuhan memberkati…..