Sabtu, 11 Februari 2012
Nats : Matius 13 : 1-23
Oleh : Bp. Diaken David Tay
" Perumpamaan adalah salah satu cara khas yang dipakai Yesus untuk mengajar selama pelayananNya di dunia "

Perumpamaan tentang Seorang Penabur

 Perumpamaan tentang Seorang Penabur Benih itu disebut sebagai  Perumpamaan Dasar.
Sebab dari Markus 4:13, kita melihat bahwa ini adalah perumpamaan foundasi atau yang paling dasar karena Tuhan Yesus berkata, "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?" Itu sebabnya perumpamaan ini menjadi perumpamaan yang muncul pertama kali. Di dalam seluruh Injil Sdr  akan menemukannya sebagai perumpamaan yang muncul paling awal.

Apa yang dibicarakan dalam perumpamaan ini?
Tuhan Yesus berbicara tentang seorang penabur yang sedang menaburkan benihnya.
Dikisahkan bahwa benih yg ditaburkan, jatuh ke empat jenis tanah:

  • sebagian benih jatuh di pinggir jalan
  • sebagian benih jatuh di tanah yang berbatu-batu
  • sebagian benih jatuh di tengah semak duri
  • sebagian benih jatuh di tanah yang baik

Ke 4 jenis tanah ini menunjuk pada respon seseorang dalam mendengarkan Firman Tuhan.
Responnya berbeda-beda maka hasilnya tentu saja berbeda-beda juga. Nah, slh satu respon seseorang terhdp Firman Tuhan yg didengarnya, diumpamakan oleh Yesus bagaikan benih yang  jatuh di tanah yg berbatu-batu yg tidak lain adalah menunjuk pada kehidupan yg awalnya mendengar dan menerima Firman Allah dgn sukacita tapi saat Firman Allah itu mulai diaplikasikan dlm hidupnya maka seseorang itu mulai merasa berat, terlalu banyak yg hrs dikorbankan dan harus menderita karenanya, maka pada akhirnya ia tidak bisa bertahan lagi dan memilih untuk  murtad.
Padahal, derita yg kita alami krn kita mau menuruti Firmn itu hanyalah berlangsung seketika saja; jika kita taat untuk setia melakukan FirmanNya, pastilah Tuhan akan memampukan kita sebab Ia sendiri tahu kekuatan kita tidaklah seberapa. Itu sebabnya bergumullah utk tetap bertahan dan setia melakukan FirmanNya, amen?

Lalu, mengapa Yesus mengambil benih sebagai contoh perumpamaan?
Karena benih memiliki kehidupan dan itu menunjuk pada Firman Tuhan. Firman Tuhan bagaikan benih yg memiliki kehidupan. Firman Tuhan itu HIDUP, sehingga setiap orang yang menyambutnya dan menerimanya serta mengerti maka akan menghasilkan buah berkali-kali lipat, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Namun persoalannya tidak semua orang yg mendengar itu mengerti apa yg didengarnya.
Tidak semua orang yg mendengar, mengerti apa yang didengar.  Maka, bergumullah untuk tidak hanya mendengar dan membaca Firman tapi juga bergumul dan mohon hikmat dari Roh Kudus agar kita juga bisa mengerti Firman yg kita dengar dan baca, sehingga dengan demikian kita termasuk dalam kategori tanah yg ke 4, tanah yg baik. Tanah yg baik hasilnya juga sangat baik dan luar biasa, bergumullah untuk itu !

  Semoga Tuhan memberkati…